Assalamu’alaikum Warrohmatullahi Wabarakatuhu
Kebetulan lagi dingin nih hari,
cuaca sedang turun hujan dan dengan terpaksa berteduh dulu nih di sebuah Warung
di Daerah Martapura. Singkat cerita aku lagi belanja gitu di Pasar Martapura
Kota yang terkenal dengan Intan dan santrinya. Martapura merupakan salah satu
daerah penghasil intan dan emas terbaik bagiku ya. Selain terkenal emas dan
intannya, Martapura juga dikenal sebagai Kota Santri.
Mengapa ?, cukup banyak anak-anak
maupun orang dewasa yang menimba ilmu agama disini. Orang-orang yang menimba
ilmu di daerah Martapura ini, tidak hanya orang-orang yang berdomisili di
Martapura saja, namun juga banyak santri yang berasal dari daerah lain untuk
menimba ilmu disini. Martapura terkenal juga dengan para pemuka Agama salah
satunya seperti KH. Muhammad Zaini bin Abdul Ghani atau lebih dikenal dengan “guru
sekumpul”.
Oke kita balik ke topik
pembahasan mengenai Teh.
'Siapa sih di Indonesia
yang gak suka TEH / Tea ?
Teh merupakan minuman khas Indonesia,
dari dahulu hingga sekarang teh merupakan minuman yang familiar untuk orang
Indonesia termasuk saya. Berbagai macam jenis teh, dimulai teh bandulan, teh
melati, teh segala macam namanya itu pasti diminum kalo pengen ya kan ?. Teh
biasanya merupakan minuman untuk disegala macam kondisi, mau cuaca hujan maupun
panas, teh tetep juara ya kan ?. Minuman disegala macam tempat pasti ada, mau
diwarung, dirumah, dikantor, dikantin, dimanapun anda berada dia ada.
Back to Story, ceritanya aku lagi
kehujanan nih, aku berteduh di sebuah warung. Karena hujan dan kelamaan di
pasar, aku punya perut tidak terkontrol lagi kan. Pengen makan dan minum yang
anget-anget pastinya.
“Cil, ulun pesan nasi sop seporsi
lah ?”, ucapku berbahasa daerah Banjar. “Minumnya napa ding ?”, sahut acil
pewarungan. “Teh Hangat aja cil ai”, jawabku.
Tak berapa lama pesananku datang, nasi sop beserta
teh hangat. Karena Lapar, aku makan dulu
deh nasi sop itu yakan, baru deh ku minum teh hangat itu.
Tidak sampai sedetik diminum “JLEB” ini aku punya mulut terasa eksotis, dalam hati
aku bicara “Perasaan aku pesen teh anget tadi, kok keluarnya teh panas ?”,
sampai aku melanjutkan makan nasi sop ku yang keburu dingin hingga habis, Teh
itu belum bisa aku minum. Kemudian, aku punya telinga mendengar salah satu
pembeli memesan teh dingin, yah aku fikir teh dingin itu teh es. Eh tapi kok
keluarnya sama kaya aku ya ?, bingung sebingung bingungnya sama acil
pewarungan.
“Dan ternyata, kebiasaan orang pesen teh di
daerah ini kebanyakan ya seperti itu. Kalo kalian pesen teh anget yang
sebenernya hangat NO HOT, kalian pesen aja teh
dingin agar bisa kalian minum sampe habis biar gak mubazir.
Setelah mengerti dengan kebiasaan di daerah ini,
mulailah aku pesan teh dingin sesuai keinginan aku ketika aku nge-bolang di
daerah ini.

hihihi, emang beda-beda ya mba tiap daerah, kalau saya memang suka teh panas, karena kalau hangat jadi parno ama airnya hahaha :D
ReplyDeleteMending pesan es teh sekalian :)